BANGUNAN PINTAR - Pasangan Bata Ringan


Bata Ringan blok AAC (Autoclaved Aerated Concrete Block) adalah cara paling tepat untuk membangun dinding struktural di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara yang cukup rawan gempa sehingga bangunan di Indonesia harus dibangun dengan bantuan rangka beton. Rangka beton ini berhubungan dengan bata tidak struktural atau bata ringan.


Jika di bandingkan kekuatan tekanan dari blok AAC (Autoclaved Aerated Concrete Block) tidaklah sekuat bata merah atau batako namun blok AAC sangat cocok untuk perbatasan kolum praktis dan struktural.


Blok AAC lebih fleksibel di bandingkan dengan bata merah. Hal ini sangat menguntungkan karena lebih kebal dari pergerakan - pergerakan bangunan seperti saat gempa. Balok AAC tidak berpori tetapi permukaannya cepat menyerap kelembapan.




Pasangan Pasir dan Semen Tradisional

Sangat tidak di rekomendasikan untuk menggunakan pasir dan semen untuk pemasangan bata ringan maupun merah. Pemasangan bata merah akan lebih baik apabila di tambahkan aditif semen, seperti MP-20 Aditif Semen dari Mortarplus. Alasan utama pasir dan semen saja dianjurkan karena bata ringan cepat menyerap air. Alhasil pasangan akan cepat kering dan semen menjadi tidak kuat. Hal tersebut menyebabkan kekuatan melemah dan area di sekitar dua dinding akan mudah retak.


Pertemuan dinding yang tebal dari cara tradisional menggunakan semen dan pasir akan menurunkan kemungkinan untuk menyusun AAC dengan lurus. Cara tradisional menyebabkan plester yang di perlukan menjadi lebih tebal.


Kekuatan melekat lemah apabila hanya menggunakan pasir dan semen saja

Pasangan dengan Semen Saja

Penggunaan semen saja sangat tidak di anjurkan karena penghubung akan lebih kuat dari pada bata ringan. Ini akan menyebabkan balok retak ketika ada pergerakan atau guncangan dari dinding. Sedangkan untuk bata merah , batako dan bata ringan kekuatan pasangan cukup sejenis, tidak terlalu lemah ataupun terlalu kuat.

Daya serap dari permukaan balok juga menyerap air dari semen dan mengakibatkan lemahnya kekuatan penghubung.


Thinbed Mortar

Kebanyakan pabrik mortar menghasilkan mortar khusus untuk bata ringan. Biasanya penghubung antara bata ringan tersebut disebut dengan istilah “thinbed”. Thinbed adalah campuran antara semen halus (kurang dari 0.6mm), semen dan aditif kimia. Hasil yang dipasang akan maksimal apabila di susun dengan ketebalan 2mm - 3mm. Dengan ketebalan tersebut maka dibutuhkan produk yang lebih banyak, sehingga berdampak negatif bagi kontraktor dengan biaya yang rendah.


Semen dan Pasir + MP-20

Solusi yang murah dan bagus adalah dengan menggunakan MP-20 Aditif Semen dari Mortarplus. MP-20 Aditif Semen bisa di campur dengan semen dan pasir halus(<1mm). Ketebalan dari penghubung tergantung dari kualitas pasir halus. 1mm pasir cukup untuk pemasangan 2mm-3mm.


Dosis dari MP-20 Aditif Semen bisa di perkirakan sebagai berikut:

4 Kg Semen + 16 Kg Pasir Halus + 1 Sachet of MP-20 Aditif Semen.




Harga Pemasangan dengan MP-20 Aditif Semen 45% lebih murah dari pada Merek Mortar instan atau toko

Dengan menggunakan MP-20 Aditif Semen akan melekat lebih kuat dan kekuatan penghubung setara dengan bata ringan



Pasangan 2mm-3mm with semen dan pasir halus + MP-20.

Hasil melekat kuat dengan MP-20 Aditif Semen


3 comments

P.T. Mortarindo Prima Perkasa, Jakarta, Indonesia